Selasa, 23 November 2010

“Penginjilan Kepada Roh-Roh di Dalam Penjara?”


“Dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.” (1 Petrus 3:19)

Apakah maksudnya “Ia (yaitu Yesus Kristus) pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara” dalam 1 Petrus 3:19?

Jawaban umum dalam terhadap hal ini dapat diklasifikasi ke dalam dua golongan besar. Pertama, pendapat para bapa gereja, dan kedua, pendapat para sarjana modern. Bapa-bapa gereja (patristic exegesis) berpendapat bahwa “mereka yang dahulu … tidak taat” adalah khas contoh orang-orang berdosa dari zaman Nuh yang tidak berkesempatan mendengar Injil-dan tidak bertobat-sebelum inkarnasi TuhanYesus. Kesempatan untuk mendengar Injil tiba ketika dalam interval waktu di antara kematian dan kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus pergi ke penjara, atau, menurut terjemahan Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, “turun ke dunia orang mati dan menjanjikan keselamatan kepada mereka.” Pendapat modern memahami pemberitaan oleh Tuhan Yesus kepada roh-roh dalam penjara sebagai proklamasi atau pengumuman Tuhan Yesus tentang kemenangan-Nya di salib. Proklamasi ini terjadi setelah penderitaan Yesus, khususnya pada saat kenaikan-Nya ke surga (dengan atau tanpa menawarkan keselamatan), kepada malaikat-malaikat yang jatuh/berdosa. Bagian Alkitab yang biasanya dirujuk sebagai referensi pendukung terhadap pandangan ini ialah 2 Petrus 2:4, 5 (Allah menyerahkan malaikat-malaikat yang berdosa ke dalam neraka dan gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman). Dalam hal ini perlu diketahui bahwa dalam konteks ini, pemberitaan Injil-bukan deklarasi kemenangan-dilakukan oleh Tuhan Yesus melalui Roh-Nya di dalam diri dan melalui pelayanan para nabi Perjanjian Lama (1 Petrus 1:11). Pemberitaan ini ditujukan kepada “roh-roh” di dalam penjara, yaitu kepada “mereka [yaitu orang-orang] yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat” (ay 20).
Tafsiran alternatif ini memandang kata “roh-roh” dalam 1 Petrus 3:20 dalam Alkitab Terjemahan Baru (1 dan 2) sebagai terjemahan berlebihan yang tidak perlu. Dalam teks Yunani, kata benda “roh-roh” (Yun: pneumasin) hanya ada dalam ay 19 dan tidak ada dalam ay 20. Bentuk datif ‘participle’ apeithēsasin dalam ay 20 memang merujuk kepada pneumasin dalam ayat 19, namun ‘pneumasin’ dalam ayat 20 tidak secara otomatis berarti roh-roh manusia, atau “roh-roh mereka” seperti dalam Alkitab TB. Petrus memakai kata yang berasal dari kata dasar apeitheō juga dalam 2:8; 3:1 dan 4:17, dan semuanya merujuk kepada orang, dan bukan roh atau arwah, atau malaikat, yang tidak taat.
Kekayaan bahasa metaforis 1 Petrus (dan 2 Petrus), pemahaman tentang ketegasan modus pandang (world-view) Petrus serta ajarannya menuntut bahwa kata “roh-roh” yang dimaksudkannya bukan berarti roh-roh manusia, melainkan manusia, yaitu orang-orang. Oleh karena itu, maka Hasan Sutanto, dengan tepat menerjemahkan apeithēsasin sebagai orang-orang yang tidak taat, dan bukan roh-roh dari orang-orang yang tidak taat. Pemahaman terhadap ketegasan ajaran Petrus, baik di surat Petrus maupun di Kisah Para Rasul memustahilkan pelayanan pemberitaan Injil kepada roh-roh manusia dalam arti roh atau sosok tak berdaging tak bertulang, atau kepada arwah-arwah, atau kepada malaikat-malaikat.
Selain Petrus, istilah pneuma (roh) dalam arti manusia atau ‘orang-orang’ dipakai juga beberapa kali oleh rasul Paulus. Paulus dapat memakai kata pneuma dalam arti psuchē (‘jiwa’; Filipi 1:27), atau sarks (tubuh); atau bahkan manusia secara keseluruhan (2 Korintus 2:13; 7:5). Doa Paulus pada bagian penutup dari beberapa suratnya yang menyatakan agar Tuhan Yesus atau kasih karunia-Nya menyertai roh para penerima suratnya (Filipi 4:23; 2 Timotius 4:22; Galatia 6:18) berarti bahwa Paulus berdoa agar Tuhan Yesus atau Roh Allah menyertai para penerima suratnya (dan bukan semata menyertai ‘roh’ mereka dalam kondisi terpisah dari tubuh jasmani). Pemakaian kata “roh” dalam arti “kamu” yaitu orang-orang yang menerima surat Paulus.
 Jadi, maksud dari Yesus pemberitaan Injil kepada roh-roh dalam penjara di sini bukan berarti roh-roh manusia, melainkan manusia, yaitu sebagai orang-orang yang tidak taat.

Tidak ada komentar: